Menjaga rasa asli Tatar Sunda
Sebuah cerita tentang dapur kampung, resep warisan, dan janji untuk tidak pernah berkompromi pada kesegaran.
2018
Tahun kami mulai memasak
Berawal dari satu warung lesehan kecil
Dadakan Sunda dimulai dari sebuah warung lesehan sederhana di Bandung, dengan satu tekad: menyajikan masakan Sunda sebagaimana ia seharusnya — segar, hangat, dan jujur.
Kami percaya rasa terbaik tidak bisa diburu-buru. Maka kami memasak dadakan, saat dipesan, supaya setiap hidangan sampai ke meja Anda dengan aroma dan tekstur terbaik.
Kini, dengan beberapa cabang, prinsip itu tidak pernah berubah. Setiap saung adalah perpanjangan dapur rumah kami untuk keluarga Anda.
Tiga langkah menuju rasa rumah
Inilah ritual yang kami jaga di setiap pesanan.
Dipilih Segar
Ayam kampung, ikan, dan sayuran dipilih segar setiap pagi dari pasar lokal.
Diolah Dadakan
Begitu pesanan masuk, dapur mulai memasak. Sambal diulek di cobek batu, bukan blender.
Disajikan Haneut
Hidangan tiba di meja Anda dalam keadaan hangat mengepul — seperti baru matang.
Yang kami pegang teguh
Prinsip sederhana yang membuat setiap kunjungan terasa istimewa.
Dimasak Dadakan
Setiap hidangan diolah saat dipesan — segar, hangat, tanpa dipanaskan ulang.
Resep Turun-Temurun
Bumbu warisan keluarga Sunda yang dijaga keasliannya sejak dapur pertama.
Sambal Diulek Manual
Sambal dadakan diulek di cobek batu, bukan blender — aroma & teksturnya beda.
Bahan Segar Harian
Sayur, ikan, dan ayam kampung dipilih segar setiap pagi dari pasar lokal.
Pesan Lewat WhatsApp
Tanpa ribet aplikasi. Pesan & reservasi langsung ke cabang terdekat.
Suasana Saung
Lesehan hangat bernuansa pesawahan, nyaman untuk keluarga dan acara.
Lapar masakan Sunda yang dimasak dadakan?
Pesan sekarang atau pesankan meja untuk keluarga. Cukup satu ketukan ke WhatsApp — tanpa aplikasi, tanpa ribet.
